Friday, September 16, 2022

Jenis-jenis Investasi yang Umum di Indonesia

Tags

 

Jenis Jenis Investasi

Saat ini, ada banyak jenis-jenis investasi. Anda bisa memilih sesuai dengan jumlah modal yang Anda miliki, jenis jenis investasi di Indonesia juga memiliki kelebihan dan risikonya masing-masing, jadi dalam memilih untuk berinvestasi perlu dipahami setiap jenis investasi yang ada. 


Jenis Investasi yang Sedang Berkembang di Indonesia


1. Tabungan Bank

Salah satu investasi termudah untuk dimulai adalah tabungan. Siapapun bisa memulai investasi ini, dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Selain mudah, menabung juga tidak membutuhkan persyaratan yang sulit. Namun selain kemudahan yang didapat saat berinvestasi dalam bentuk ini, keuntungan atas keuntungan yang diperoleh dari bentuk investasi ini tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan beberapa bentuk investasi lainnya. 


Jika Anda menginvestasikan tabungan Anda di bank, Anda tidak diharuskan untuk menyetor dalam jumlah tertentu pada waktu yang telah ditentukan. Investasi ini sering banyak digunakan oleh masyarakat karena kemudahan dan kecepatan pemrosesannya. Namun bagi Anda yang menginginkan imbal hasil lebih tinggi, Anda bisa memilih investasi lain yang menawarkan imbal hasil lebih baik.


2. Deposito

Dibandingkan dengan investasi sebelumnya, deposito ini memiliki pengembalian yang lebih tinggi dan persentase bunga yang lebih baik. Untuk berinvestasi dengan deposito berjangka, modal minimum cukup tinggi, nominal biasanya Rp 5.000.000, sedangkan tata cara pembukaan deposito tidak jauh berbeda dengan pembukaan rekening tabungan di bank. 


Namun perlu dicatat bahwa deposito memiliki jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati sejak pembukaan, yang berarti bahwa untuk deposito kita tidak bisa begitu saja menarik uang seperti ATM. Pada umumnya bentuk investasi ini sering digunakan oleh para pelaku bisnis, karena jangka waktu yang mereka tetapkan di awal disesuaikan setiap tahunnya dengan kebutuhan bisnis mereka.


3. Emas

Berinvestasi dalam emas dapat digolongkan sebagai investasi jangka panjang. Sebagai salah satu logam mulia yang paling digemari, terutama di kalangan wanita, emas bisa menjadi investasi yang menjanjikan karena nilainya terus meningkat setiap tahun. Emas juga diklasifikasikan sebagai investasi yang aman, stabil dan bebas inflasi. Keuntungan lain dari berinvestasi emas adalah emas dapat dengan mudah dicairkan dalam waktu singkat.


4. Tanah & Bangunan

Sama seperti emas, investasi tanah dan bangunan juga memberikan nilai tambah setiap tahunnya. Jika Anda memiliki investasi di bidang ini, tentu sangat menjanjikan. Hanya saja jumlah modal atau dana yang dibutuhkan untuk investasi real estate ini tidak sedikit, baik tanah maupun rumah, saat ini harganya cukup tinggi. Namun jika Anda berniat untuk berinvestasi di bidang ini, Anda bisa memanfaatkan cicilan atau KPR untuk memiliki tanah atau bangunan. 


5. Saham

Berinvestasi dalam saham menjadi semakin populer. Apalagi saham merupakan salah satu investasi yang paling mudah dan bisa mendatangkan banyak keuntungan. Sebagai investor baru, kita perlu tahu cara berinvestasi dengan aman. Hal ini tidak terlepas dari tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya di masa yang akan datang. 


Meski disebut sebagai salah satu investasi yang mudah, berinvestasi di saham juga memiliki risiko yang tinggi. Pelaku pasar saham bisa mengalami kerugian berupa capital loss yang bahkan bisa bertambah hingga 20% dalam waktu singkat.


6. Reksa dana

Reksa dana merupakan sarana investasi pilihan bagi pengusaha dan masyarakat umum. Reksa dana adalah tempat dimana dana dihimpun secara bersama-sama untuk dikelola oleh pengelola atau Manajer Investasi. Setelah itu, semua keuntungan dari operasi ini akan dibagi rata di antara semua investor yang berpartisipasi.


7. Obligasi 

Obligasi adalah surat utang jangka menengah dan jangka panjang yang dapat dialihkan. Obligasi ini memiliki janji dari penerbit untuk membayar bunga berupa bunga selama jangka waktu tertentu dan untuk membayar kembali pokok obligasi pada waktu yang telah ditentukan kepada pemegang obligasi. 


Hasil yang diterima pemegang obligasi adalah kupon. Umumnya, obligasi ini memiliki jangka waktu mulai dari 1 hingga 10 tahun. Adanya kewajiban ini juga dilatarbelakangi oleh upaya penggalangan dana dari masyarakat untuk digunakan sebagai sumber pembiayaan. 


8. Peer-to-Peer Lending (P2P Lending)

Peer-to-peer (P2P) lending, salah satu alat pengembangan dana yang baru dan semakin populer, benar-benar banyak diminati oleh para pemula. Banyak perusahaan berbasis fintech lending yang menjalankan model bisnis ini juga banyak yang berlomba-lomba memberikan layanan terbaik. 


Keuntungan dari pinjaman P2P ini bisa mencapai 10,5% per tahun. Akseleran adalah tempat peer to peer lending di indonesia yang cocok bagi Anda yang ingin membantu mengembangkan UKM sekaligus mendapatkan keuntungan. 


EmoticonEmoticon